7 Makanan Cepat Saji Paling Populer Di Dunia
1. Pierogi – Polandia

Ini makanan yang pasti akan kamu temui di Polandia karena saking
populernya. Pierogi ini sekilas bentuknya seperti pastel tutup di
Indonesia, tetapi dengan warna adonan kulit yang lebih pucat. Biasanya
pierogi ini direbus, tetapi ada juga yang digoreng. Isi pierogi sangat
bermacam-macam, bisa berisi buah-buahan (strawberry, apel, ceri,
blackberry, dll), sayuran (bayam, asinan kubis, kol), kentang, jamur,
berbagai macam daging, atau campuran dari bahan-bahan tersebut. Yang
paling tradisional adalah Ruskie, yaitu pierogi dengan isi keju putih,
kentang dan bawang bombay. Karena isinya yang bisa beraneka rupa itu,
pierogi dapat dimakan sebagai snack, side dish, atau bahkan makanan
utama. Kalau di restoran kamu pesan pierogi, biasanya 1 porsi terdiri
dari 5-6 potong ukuran sedang atau 15-20 potong ukuran kecil, jadi pasti
cukup mengenyangkan.
2. Sushi – Jepang

Sushi (鮨, 鮓, atau biasanya すし, 寿司?) adalah makanan Jepang yang terdiri
dari nasi yang dibentuk bersama lauk (neta) berupa makanan laut, daging,
sayuran mentah atau sudah dimasak. Nasi sushi mempunyai rasa masam yang
lembut karena dibumbui campuran cuka beras, garam, dan gula. Asal-usul
kata sushi adalah kata sifat untuk rasa masam yang ditulis dengan huruf
kanji sushi (酸し?). Pada awalnya, sushi yang ditulis dengan huruf kanji 鮓
merupakan istilah untuk salah satu jenis pengawetan ikan disebut gyoshō
(魚醤?) yang membaluri ikan dengan garam dapur, bubuk ragi (麹 koji?) atau
ampas sake (糟 kasu?). Penulisan sushi menggunakan huruf kanji 寿司 yang
dimulai pada zaman Edo periode pertengahan merupakan cara penulisan
ateji (menulis dengan huruf kanji lain yang berbunyi yang sama).
3. Spring Rolls (Lumpia) – China

Lumpia atau terkadang dieja sebagai lun pia (Hanzi: 潤餅 / 润饼, POJ:
lūn-piáⁿ, hanyu pinyin: rùn bǐng) adalah sejenis penganan tradisional
Tionghoa. Kata lumpia berasal dari dialek Hokkian dari pelafalan runbing
dalam dialek Utara. Lumpia adalah lembaran tipis dari tepung gandum
yang dijadikan kulit lalu digunakan sebagai pembungkus isian yang
biasanya terdiri atas rebung, telur, sayuran segar, daging, atau makanan
laut.
4. Burrito – Mexico

Burrito adalah
salah satu makanan khas Meksiko. Makanan ini terdiri atas tortilla
gandum yang diisi dengan berbagai macam daging seperti daging sapi, ayam
atau babi. Daging-daging yang sudah dimasak ini biasanya hanya isi
satu-satunya, dan kemudian digulung dengan tortilla tadi. Di Amerika
Serikat, isi dari burrito lebih bervariasi, seperti nasi, kacang merah,
kubis, tomat, saus salsa, guacamole, keju dan sour cream — ini
menyebabkan ukuran burritonya menjadi lebih besar. Tortilla gandum tadi
biasanya dipanggang atau dihangatkan sebentar supaya menjadi lebih empuk
dan lebih mudah untuk digulung. Kata burrito, dalam bahasa Spanyol,
berarti "keledai kecil". Nama ini mungkin diberikan karena bentuk ujung
tortilla gandum yang telah digulung mirip dengan telinga keledai. Atau
mungkin juga burrito mirip dengan kantong-kantong yang biasanya
digendong oleh keledai di Amerika Selatan.
5. Fish and Chips – Inggris UK

Fish n' chips adalah sebuah nama makanan Barat yang terdiri dari
kompilasi tenar antara fillet ikan dan kentang goreng. Rakyat Inggris
dan Irlandia menyebutnya dengan istilah 'chippies' atau 'chipper'', dan
merupakan menu makan siang murah meriah di kalangan pekerja sejak dulu.
Kentang dalam bentuk french fries menjadi penyerta populer semenjak
sajian ini masuk ke Amerika. Ikan yang biasanya digunakan adalah jenis
yang berdaging montok, juicy, dan berwarna putih, seperti ikan cod atau
ikan dory. Balutan tepung menjadi pamungkas kelezatan ikannya, yakni
harus renyah dan memiliki takaran kegurihan yang pas. Poin-poin tersebut
biasanya dikantongi penyuka fish and chips sejati saat 'menilai'
sepiring fish n' chips yang tengah mereka santap.
6. Croissant – Prancis

Croissant adalah salah satu jenis roti berbentuk bulan sabit adonannya
berbeda dengan adonan roti biasa karena diberi tambahan korsvert
(sejenis lemak) dengan pengolahan teknik lipat, sehingga teksturnya
terdiri dari lipatan-lipatan kulit roti yang terasa empuk tetapi renyah,
saat kita memakannya.
7. Souvlaki – Yunani

Souvlaki adalah roti khas Turki dengan isian tomat, daun selada, timun,
daun parsly, dan beberapa bumbu khas Turki lainnya.Pertama-tama diawali
dengan pemanggangan roti selama kurang lebih sepuluh menit. Selama
proses pemanggangan dilakukan, juga disiapkan irisan daging sapi
panggang.Roti yang telah dipanggang selama sepuluh menit, kemudian diisi
dengan beberapa bahan seperti irisan daging sapi panggang, irisan
bawang putih, tomat, selada, timun, yoghurt, dan beberapa bumbu khas
Turki. Roti yang sudah berisi berbagai macam daging, sayur, saus, dan
bumbu ini kemudian digulung dan siap dihidangkan.